Archive for the ‘ Penyakit ’ Category

LACTOBASILUS BERPOTENSI MENCEGAH PENULARAN HIV MELALUI ASI

lactobasilusSalah satu cara penularan virus HIV adalah melalui air susu ibu (ASI). Untuk menghindari penularan HIV dari ibu ke anak, di negara maju serupa Inggris, ibu HIV-positif disarankan tidak menyusui. Tetapi, di negara terbatas sumber daya yang paling terdampak oleh HIV, tidak ada pilihan yang aman sebagai pengganti menyusui. Hal ini berarti bahwa ibu tidak memiliki pilihan lain kecuali memberi makan bayinya dengan metode yang melibatkan risiko penularan HIV.

Para peneliti telah mengembangkan teknologi yang berpotensi mencegah ibu menularkan HIV pada bayinya selama menyusui. Penularan HIV selama menyusui dapat dicegah oleh jenis probiotik, yaitu laktobasilus pada mulut manusia. Para peneliti menemukan bahwa laktobasilus dapat mengikat dirinya pada sampul luar HIV dan berpotensi mencegah penularan HIV akibat menyusui. Hal ini juga sedang diteliti dalam bentuk yang diubah sebagai mikrobisida vagina. Probiotik laktobasilus termasuk jenis yang sama dengan yang ditemukan dalam produk susu, contohnya yoghurt.

Para peneliti berpendapat bahwa setelah bayi diimunisasi dengan laktobasilus tersebut, bayi akan terlindungi terhadap penularan HIV hingga bayi disapih.

Tetapi basilus tidak bertahan hidup lama di iklim panas, dan jarang ada lemari pendingin di rangkaian yang seharusnya mendapatkan manfaat yang paling besar dari temuan ini – khususnya di Afrika Selatan.

Oleh karena itu para peneliti mencoba menemukan formula laktobasilus yang bertahan hidup lama serta mampu bertahan hidup di iklim panas.

Sudah diketahui bahwa zat gula, yaitu sukrosa dan trehalose, melindungi laktobasilus secara efisien di suhu udara antara 4-20 derajat. Tetapi setelah empat minggu pada suhu udara 33 derajat atau lebih, sel laktobasilus yang dilindungi oleh zat gula tersebut mati.

Sekarang para peneliti sudah menentukan alternatif baru. Cara ini mampu mempertahankan jenis laktobasilus yang mengikat pada HIV hidup selama 12 minggu pada suhu udara 33 derajat. Tes laboratorium menunjukkan bahwa laktobasilus tersebut sama efektifnya dengan laktobasilus segar untuk membungkus HIV sehingga berpotensi mencegah penularan HIV selama menyusui.

dikutip dari : www.kalbe.co.id

Advertisements

KOPI DAN DIABETES

kopi dan diabetesApakah anda terbiasa minum kopi dipagi hari?  Bagi kebanyakan orang minum satu atau dua cangkir kopi bukan merupakan masalah, tetapi bagaimana dengan penderita diabetes melitus?  Apakah boleh minum kopi? Apakah kopi bermanfaat atau malah berbahaya bagi penderita diabetes?

Sebuah studi menunjukkan, kopi dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sekaligus melindungi tubuh dari kanker hati dan kanker usus besar serta penyakit Parkinson serta serangan stroke. Kemudian, penelitian yang dilakukan tahun 2004, melaporkan pria dan wanita yang minum kopi secara teratur setiap hari memiliki risiko lebih rendah mengalami diabetes tipe 2. Para peneliti mengungkapkan kemungkinan dari mineral, antioksidan dan phitochemichal dalam kopi mempengaruhi sensitivitas insulin dan atau sekresi insulin.

Hasil penelitain lainnya menunjukan hal yang sebaliknya. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh Diabetes Care mengungkap, ketika para partisipan dengan diabetes meminum pil yang mengandung kafein yang sama dengan empat cangkir kopi, kadaf glukosa mereka naik hingga delapan persen. Kadar tersebut bahkan meningkat lebih tinggi setelah bersantap.Pada saat partisipan meminum pil kafein setelah makan malam, kadar gula darah mereka naik hingga 26 persen dibandingkan mereka minum pil kosong atau placebo.

Para peneliti sebelumnya tidak yakin mengapa kafein dapat mempengaruhi kadar glukosa. Namun mereka berteori, kafein dapat mengganggu proses pergerakan glukosa dalam darah ke bagian tubuh yang menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Mereka juga mengatakan, konsumsi kafein dapat melepaskan aderenalin dalam tubuh yang diketahui meningkatkan kadar gula darah.

Penemuan dari penelitian yang dilakukan baru-baru ini, tampaknya berseberangan dengan penelitian sebelumnya mengenai kopi dan diabetes. Perlu diambil langkah bijak untuk menyikapi kemungkinan yang muncul dari kesimpulan penelitian yang berbeda tersebut.

Lalu bagaimana sebaiknya bagi penderita diabetes yang suka minum kopi?
Peneliti menyarankan, orang dengan diabetes sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari dua cangkir kopi perhari. Jika tidak terbiasa dengan minuman berkafein tersebut, maka jangan pernah memulai.

Penurunan fungsi otak sering terjadi setelah pemulihan Stroke

Sebuah studi baru menemukan bahwa dalam waktu lima tahun sejak terkena stroke, bahkan pada orang-orang yang awalnya sembuh sering terkena penurunan bertahap, terutama mereka yang memiliki akses terbatas ke perawatan kesehatan. Laporan ini diterbitkan dalam jurnal Stroke edisi online pada 25 Juni 2009.

Untuk studi ini, tim Dhamoon mengumpulkan data dari 525 peserta yang dikenal sebagai Northern Manhattan Study. Semua sudah berumur 40 atau lebih ketika mereka mempunyai stroke untuk pertama kalinya.

Para peneliti menilai fungsi orang dari waktu ke waktu, menguji kemampuan mereka untuk melaksanakan 10 kegiatan dengan dan tanpa bantuan. Mereka dievaluasi setiap tahun selama lima tahun.

Tim menemukan bahwa walaupun ketika pasien pulih hampir seluruh kemampuan fungsionalnya dalam bulan pertama setelah stroke iskemik, mereka menjadi lebih bergantung secara bertahap selama lima tahun berikutnya.( Stroke iskemik disebabkan oleh bekuan darah yang menghambat pembuluh darah di dalam otak.)

dikutip dari :Kalbe.co.id –

Para ilmuwan menemukan protein yang menghentikan penyebaran kanker

 Para ilmuwan di Amerika telah menemukan bahwa tumor yang tidak menyebar ke bagian tubuh lain mengeluarkan protein yang disebut prosaposin dan tumor metastatik yang menyebar, tidak mengeluarkan banyak protein tersebut. Mereka mengharapkan penemuan ini dapat mengarahkan pada cara pengembangan penanganan yang menghentikan penyebaran kanker.

Penelitian dilakukan oleh tim di Children’s Hospital Boston, Massachusetts, dipimpin oleh Dr. Randoph S. Watnick, seorang asisten profesor dalam program biologi vaskuler di rumah sakit tersebut. Temuan ini akan dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Metastasis adalah penyebaran kanker dari tempat asal ke bagian lain dari tubuh, merupakan satu dari banyak penyebab kematian akibat kanker, sehingga penanganan untuk menghentikannya akan membuat perbedaan besar untuk bertahan. Saat ini, tidak ada pengobatan yang disetujui yang bekerja atas dasar ini.

Watnick dan rekan telah menemukan bahwa tumor metastatik tidak hanya mulai menyebar ke organ lain, mereka menyiapkan ‘tempat pendaratan’ dengan mengeluarkan protein yang memicu sel-sel tumor untuk tumbuh di tempat barunya dengan melakukan hal seperti menarik pembuluh darah pensuplai makanan. Ketika sel-sel tumor bermigrasi kesana, mereka mendapatkan makanan.

Dalam studi terbaru ini, para peneliti melaporkan suatu protein yang dinamakan prosaposin yang menghentikan penyiapan tempat baru dengan memproduksi senyawa yang menahan pertumbuhan pembuluh darah. Mereka menamukan bahwa tumor tidak menjadi metastatik, tetap menjadi lokal dengan mengeluarkan prosaposin.
baca selengkapnya

Kopi mencegah Diabetes

Berbahagialah para penikmat kopi. Sebab manfaatnya ternyata tak cuma penahan kantuk, tapi juga berguna untuk menjaga kesehatan. Berdasarkan kajian terbaru American Diabetes Association di Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa efek jangka panjangnya bisa membantu mencegah diabetes.

Penelitian awal ini, dari percobaan terhadap peminum kopi yang biasa mengkonsumsi satu sampai tiga cangkir sehari. Selanjutnya, percobaan ini dilakukan pada 100 ribu orang peminum sedikitnya enam cangkir kopi sehari. Hasilnya lebih memuaskan. Pencegahan diabetes terhadap perempuan meningkat sampai 30 persen, dan pria 54 persen.

Untuk jumlah yang sama, efek jangka pendek kopi bisa menangkal radikal bebas, karena kopi mengandung antioksidan persentase tinggi. Kulit pun bisa lebih indah berkat bubuk hitam ini. Itulah mengapa beberapa produk kecantikan mengandung kopi.

Sumber : Majalah Mingguan TEMPO

Resiko Kanker dapat diatasi dengan brokoli kukus

Senyawa glucosinolates yang terkandung dalam brokoli telah diketahui dapat penurunan risiko perkembangan penyakit kanker, seperti kanker usus, prostat, dan lambung. Menurut penelitian di Parma, Italia mengolah brokoli dengan cara mengukusnya dapat meningkatkan kandungan glucosinolates. Sedangkan, jika brokoli dimasak dengan teknik lain, seperti digoreng, justru akan mengurangi kandungan zat tersebut.

Bersihkan dan potong brokoli untuk mengambil kuntumnya. Didihkan air di panci, lalu masukkan brokoli ke dalam air mendidih dengan sarung kawat. Tutup panci, kecilkan api hingga panas sedang. Masak kira-kira 6-7 menit, sampai brokoli empuk dan nikmatilah.

baca selengkapnya