Posts Tagged ‘ diabetes ’

Apakah Pemanis Buatan Aman Dikonsumsi?

Beberapa dari Anda mungkin disarankan oleh dokter untuk mengurangi atau menghindari sama sekali konsumsi gula karena ada masalah kesehatan yang Anda hadapi misalnya Diabetes melitus(Kencing Manis) . Atau ada beberapa diantara Anda yang belum mengalami masalah kesehatan tetapi ingin mencegah agar terhindar dari penyakit diabetes melitus. Atau mungkin Anda mengurangi konsumsi gula untuk menurunkan berat badan Anda.

Mengurangi atau menghilangkan rasa manis dari menu sehari-hari mungkin terasa berat bagi Anda karena lidah kita sudah terbisa menikmati rasa manis. Dan rasa manis merupakan rasa yang sangat disukai oleh kebanyakan orang mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Untuk menghindari masalah kesehatan akibat konsumsi gula dan agar tetap bisa menikmati rasa manis maka diciptakan pemanis buatan yang rendah kalori atau bahkan tanpa kalori sama sekali. Dipasaran ada banyak produk yang ditawarkan misal Tropicana Slim.

Pertanyaanya adalah : “apakah pemanis buatan aman untuk dikonsumsi?”

Sumber dari Mayo Clinic Women’s HealthSource seperti yang dikutip oleh The Southern Health Magazine, menyatakan bahwa pemanis buatan yang ada dipasaran saat ini aman untuk dikonsumsi.

Walaupun ada banyak pendapat yang menyatakan bahwa beberapa pemanis buatan seperti aspartame dan saccharin menyebabkan munculnya masalah kesehatan seperti peningkatan resiko terkena kanker. Tetapi sampai saat ini pendapat tersebut belum didukung oleh FAKTA, sehingga badan POM-nya Amerika yaitu the Food and Drug Administration (FDA) memberikan ijin untuk produk pemanis buatan. Produk-produk tersebut antara lain mengandung :

· Aspartame (Equal, NutraSweet),

· Sucralose (Splenda),

· Saccharin (Sweet ’n Low),

· Acesulfame potassium (Sweet One),

· Neotame

Walaupun dinyatakan aman untuk dikonsumsi, pemanis buatan Aspartame bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi penderita phenylketonuria (PKU). Sehingga harus dihindari oleh penderita phenylketonuria.

Walaupun pemanis buatan dinyatakan aman untuk dikonsumsi bukan berarti memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan.

dr. sugiritama

Advertisements

KOPI DAN DIABETES

kopi dan diabetesApakah anda terbiasa minum kopi dipagi hari?  Bagi kebanyakan orang minum satu atau dua cangkir kopi bukan merupakan masalah, tetapi bagaimana dengan penderita diabetes melitus?  Apakah boleh minum kopi? Apakah kopi bermanfaat atau malah berbahaya bagi penderita diabetes?

Sebuah studi menunjukkan, kopi dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sekaligus melindungi tubuh dari kanker hati dan kanker usus besar serta penyakit Parkinson serta serangan stroke. Kemudian, penelitian yang dilakukan tahun 2004, melaporkan pria dan wanita yang minum kopi secara teratur setiap hari memiliki risiko lebih rendah mengalami diabetes tipe 2. Para peneliti mengungkapkan kemungkinan dari mineral, antioksidan dan phitochemichal dalam kopi mempengaruhi sensitivitas insulin dan atau sekresi insulin.

Hasil penelitain lainnya menunjukan hal yang sebaliknya. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh Diabetes Care mengungkap, ketika para partisipan dengan diabetes meminum pil yang mengandung kafein yang sama dengan empat cangkir kopi, kadaf glukosa mereka naik hingga delapan persen. Kadar tersebut bahkan meningkat lebih tinggi setelah bersantap.Pada saat partisipan meminum pil kafein setelah makan malam, kadar gula darah mereka naik hingga 26 persen dibandingkan mereka minum pil kosong atau placebo.

Para peneliti sebelumnya tidak yakin mengapa kafein dapat mempengaruhi kadar glukosa. Namun mereka berteori, kafein dapat mengganggu proses pergerakan glukosa dalam darah ke bagian tubuh yang menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Mereka juga mengatakan, konsumsi kafein dapat melepaskan aderenalin dalam tubuh yang diketahui meningkatkan kadar gula darah.

Penemuan dari penelitian yang dilakukan baru-baru ini, tampaknya berseberangan dengan penelitian sebelumnya mengenai kopi dan diabetes. Perlu diambil langkah bijak untuk menyikapi kemungkinan yang muncul dari kesimpulan penelitian yang berbeda tersebut.

Lalu bagaimana sebaiknya bagi penderita diabetes yang suka minum kopi?
Peneliti menyarankan, orang dengan diabetes sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari dua cangkir kopi perhari. Jika tidak terbiasa dengan minuman berkafein tersebut, maka jangan pernah memulai.

Kopi mencegah Diabetes

Berbahagialah para penikmat kopi. Sebab manfaatnya ternyata tak cuma penahan kantuk, tapi juga berguna untuk menjaga kesehatan. Berdasarkan kajian terbaru American Diabetes Association di Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa efek jangka panjangnya bisa membantu mencegah diabetes.

Penelitian awal ini, dari percobaan terhadap peminum kopi yang biasa mengkonsumsi satu sampai tiga cangkir sehari. Selanjutnya, percobaan ini dilakukan pada 100 ribu orang peminum sedikitnya enam cangkir kopi sehari. Hasilnya lebih memuaskan. Pencegahan diabetes terhadap perempuan meningkat sampai 30 persen, dan pria 54 persen.

Untuk jumlah yang sama, efek jangka pendek kopi bisa menangkal radikal bebas, karena kopi mengandung antioksidan persentase tinggi. Kulit pun bisa lebih indah berkat bubuk hitam ini. Itulah mengapa beberapa produk kecantikan mengandung kopi.

Sumber : Majalah Mingguan TEMPO